1. Tidak Melakukan Cuci Mobil Sebelum Dikirim
Banyak yang berpikir, "Ah, nanti juga kotor di kapal." Ini adalah kekeliruan besar.Risikonya: Debu dan lumpur yang menempel bisa menyamarkan baret atau penyok halus yang sudah ada. Akibatnya, saat serah terima di Makassar, Anda akan kesulitan membuktikan apakah baret tersebut baru terjadi saat pengiriman atau sudah ada sejak awal.
Solusi: Cuci bersih mobil Anda sehingga tim antarmobil.id bisa melakukan inspeksi fisik yang akurat pada dokumen BAST (Berita Acara Serah Terima).
2. Mengisi Tangki BBM Terlalu Penuh
Mengisi bensin hingga full tank justru berbahaya untuk pengiriman jalur laut.
Risikonya: Guncangan kapal dan suhu di dalam dek bisa memicu pemuaian bahan bakar yang meningkatkan risiko kebakaran. Selain itu, otoritas pelabuhan sering kali memberikan teguran atau bahkan menolak kendaraan dengan BBM penuh demi standar keamanan.
Solusi: Sisakan bahan bakar sekitar 1/4 atau maksimal 1/2 tangki saja.
3. Meninggalkan Barang Berharga di Dalam Kabin
Mobil bukan truk pindahan barang. Meninggalkan barang berharga di dalam mobil sangat tidak disarankan.
Risikonya: Barang-barang yang tidak terikat bisa terlempar saat guncangan kapal dan merusak interior mobil (seperti plafon atau kaca dalam). Selain itu, barang berharga di dalam kabin biasanya tidak termasuk dalam pertanggungan asuransi pengiriman mobil.
Solusi: Kosongkan kabin dari barang pecah belah atau barang berharga. Jika terpaksa meninggalkan barang, pastikan sudah tersusun rapi di bagasi bawah.
4. Membiarkan Alarm Mobil Tetap Aktif
Kesalahan sepele ini bisa membuat mobil Anda mogok saat sampai di Makassar.
Risikonya: Selama di atas kapal, guncangan ombak akan terus-menerus memicu sensor alarm. Jika alarm berbunyi sepanjang perjalanan Surabaya-Makassar (2-3 hari), dipastikan aki mobil akan tekor saat tiba di pelabuhan tujuan.
Solusi: Matikan sistem alarm atau lepaskan kabel aki jika memang diperlukan (informasikan hal ini kepada kru lapangan kami).
5. Tergiur Harga Murah Tanpa Sistem Tracking
Banyak jasa ekspedisi menawarkan harga di bawah standar namun tidak memiliki sistem manajemen yang jelas.
Risikonya: Anda tidak tahu posisi mobil Anda, kapan jadwal sandarnya, atau siapa yang bertanggung jawab saat terjadi kendala di pelabuhan.
Solusi: Gunakan layanan yang transparan seperti antarmobil.id. Dengan sistem tracking real-time, Anda bisa memantau pergerakan kendaraan dari smartphone sehingga Anda tahu pasti bahwa mobil Anda sedang dikelola dengan aman.
.png)